Bagi yang mengalami kesulitan login
dapat mengirimkan email ke email St. Agnes
Email: Password:
Lupa Password
Jelajah KRI
Dipostingkan tanggal: 2018-01-08
Oleh: Fano

JELAJAH KAPAL KEPAHLAWANAN

HARI PAHLAWAN 2017

30 OKTOBER – 1 NOVEMBER 2017

 

<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->

Hai, teman-teman! Apakah kalian pernah naik kapal? Kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya naik kapal, nih. Eitts, bukan kapal sembarangan loh! Kapal ini adalah KRI dr. Soeharso yang merupakan kapal bantu kesehatan TNI Angkatan Laut. Kapal ini terdiri dari 6 lantai dan sangat luas. Mereka bisa melakukan operasi di dalam kapal, loh! Pemandangan dari atas kapal juga sangat indah.

<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->

Saya berangkat mewakili sekolah bersama dengan teman-teman saya,Victor Marcellino Liangga dan Ni Putu Kartika Paramita, serta guru sejarah saya Pak Robert Tajuddin. Perjalanan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2017 dan diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang berkerjasama dengan TNI Angkatan Laut Armada Timur. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari 2 malam di atas kapal di selat Madura. Ini adalah kegiatan besar yang bertaraf provinsi. Peserta diambil dari 114 orang peserta olimpiade pahlawan sejarah yang dilaksanakan tanggal 18 Oktober yang lalu. 31 orang guru pendamping dari masing-masing sekolah. Ditambah dengan beberapa instansi sosial di provinsi Jawa Timur, seperti Karang Taruna, TAGANA, Pesantren, Pramuka, dan lain-lain.

 

Kami tidur di atas kapal. Jangan salah tangkap ya! Kapal ini berbeda dengan kapal yang kita naiki ketika ingin menyeberang dari Banyuwangi ke Bali. Jadi memang di kapal ini ada kamar tidurnya. Tapi, karena pesertanya ada sekitar 400 orang, jadi kamar yang ada masih kurang. Kamar perawatan juga dijadikan kamar tidur. Bagi yang putra, tidurnya di car deck, yaitu tempat parkir mobil. Tapi tidak tidur di bawah, ya! Para tentara menyediakan tempat tidur untuk mereka meskipun bukan ranjang.

 

Kegiatannya bermacam-macam. Ada pelepasan kapal oleh para pejabat TNI Angkatan Laut, bakti sosial, materi yang disampaikan oleh putra dari Bung Tomo. Bakti sosial itu dilakukan pada hari kedua di Kabupaten Bangkalan, Madura. Upacara penutupan dilaksanakan di hari ketiga di deck heli kapal dan ditutup secara langsung oleh Ibu Menteri Sosial Republik Indonesia. Kami juga sempat mengunjungi KRI Dewaruci dan Monumen Jales Viva Jaya Mahe.

<!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->

Foto bersama peserta dari SMA Hang Tuah Surabaya di depan KRI Dewaruci.

 

Banyak pengalaman yang saya dapatkan dari perjalanan ini. Kata-kata yang paling berkesan bagi saya adalah “Hadiah terbaik bagi seorang pembicara adalah didengarkan dan dilakukan.” Kesederhanaan, kebersamaan dan sikap saling menghargai yang diajarkan melalui kebiasaan berbagi meskipun berbeda agama dan suku juga sangat berarti bagi saya. Intinya,  mengikuti kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang benar-benar ingin saya terapkan dan juga bagikan.

 

Selain mendapatkan ilmu mengenai bela negara, kami juga mendapatkan banyak pengalaman baru, kenalan baru, bisa juga cuci mata, dapat sangu pula! Bebar-benar seru loh! Jarang-jarang ada kegiatan seperti ini. Sungguh kesempatan yang tak kan terlupa!

 

Nah pesan dari kegiatan ini bagi kita sebagai pemuda zaman ini adalah bahwa kita harus bisa menjadi sumber pengaruh yang baik agar bisa memajukan Indonesia. Masa depan negara Indonesia terletak di tangan kita sebagai kaum muda penerus bangsa. Melalui kegiatan seperti ini kita bisa menyadari hal-hal tersebut. Semoga dengan sharing pengalaman saya ini, kalian terinspirasi untuk mengikuti kegiatan seperti ini.

(Imelda Juliana, XI Bahasa)

Jumlah Pengunjung:

© 2013 StAgnes WEB - Powered by iSTTS